Rabu, 19 Februari 2025

4 Jenis Foto Produk Dan Cara Pengambilan Foto Agar Menarik

 Foto Produk

Foto produk adalah gambar yang diambil untuk memperlihatkan suatu produk secara visual. Tujuannya adalah untuk menunjukkan detail, bentuk, dan fitur produk kepada calon pembeli, baik itu untuk keperluan iklan, katalog, atau e-commerce. Foto produk yang baik dapat meningkatkan daya tarik dan membantu konsumen membuat keputusan pembelian.


Foto produk juga memiliki berbagai macam jenis, ada 4 jenis foto produk yang akan di jelaskan. Sebagai berikut:

  1. White Background Shots: Foto produk dengan latar belakang putih polos, fokus sepenuhnya pada produk tanpa gangguan elemen lain.

  2. Lifestyle Action Shots: Foto produk yang digunakan dalam situasi atau setting kehidupan sehari-hari, memperlihatkan produk dalam konteks penggunaannya.

  3. Scale Shots: Foto yang menunjukkan ukuran produk dengan membandingkannya dengan benda lain yang lebih familiar, untuk memberikan gambaran yang jelas tentang ukurannya.

  4. Detailed Shots: Foto yang fokus pada bagian atau fitur kecil produk, seperti tekstur atau detail tertentu, untuk menunjukkan kualitas produk secara lebih mendalam.


Foto produk mungkin terdengar gampang untuk dilakukan, namun ternyata banyak cara agar dapat menghasilakn foto produk yang bagus. Berikut ada beberapa cara foto produk:
  1. Gunakan Pencahayaan yang Tepat: Gunakan cahaya alami atau lampu softbox untuk pencahayaan merata, hindari bayangan keras.
  2. Latar Belakang Sederhana: Gunakan latar belakang putih atau netral agar produk lebih fokus.
  3. Gunakan Tripod: Untuk menghindari gambar buram, gunakan tripod agar kamera stabil.
  4. Perhatikan Komposisi: Gunakan aturan sepertiga dan coba ambil foto dari berbagai sudut.
  5. Pakai Kamera Resolusi Tinggi: Gunakan kamera dengan kualitas tinggi untuk hasil gambar yang jelas.
  6. Fokus pada Detail: Ambil foto close-up untuk menunjukkan tekstur dan fitur penting produk.
  7. Perbaiki Warna dan Pencahayaan: Edit foto untuk menyesuaikan warna dan kecerahan.
  8. Jaga Produk Bersih: Pastikan produk bersih dan dalam kondisi terbaik sebelum difoto.

Contoh dari beberapa jenis foto produk dengan menggunakan cara yang tepat diatas:

1. White Background Shots:

- Cookies & Nivea (Body Serum&Body Lotion)




























2. Lifestyle Action Shots:

- Cookies & Nivea (Body Serum)





















3. Scale Shots:

- Cookies & Nivea (Body Serum&Body Lotion)






















4. Detailed Shots:

-Cookies & Nivea (Body Serum)




Selasa, 07 Januari 2025

Langkah-Langkah sukses untuk membuat presentasi bahasa inggris yang percaya diri dan efektif

Presentasi Bahasa Inggris 

Merasa gugup dan merasa kesulitan dalam presentasi adalah suatu hal yang pasti sering terjadi dan kita alami, apa lagi presentasi menggunakan bahasa inggris pastinya menjadi tantangan yang besar bagi kita terutama itu bukan bhasa sehari-hari kita. Presentasi yang efektif  tidak hanya bergantung pada konten yang baik, tetapi juga pada cara menyampaikan informasi kepada audiens. Dalam lingkungan profesional maupun akademik kemampuan menyampaikan informasi dengan jelas dan menarik sangatlah penting. Dengan begitu, artikel ini akan memberikan langkah-langkah untuk membantu membuat presentasi bahasa inggris yang sukses dan memukau audiens.


Berikut merupakan langkah-langkah untuk melakukan presentasi yang baik dalam bahasa Inggris:

1. Persiapkan Materi dengan Baik

  • Struktur: Mulailah dengan pengenalan, kemudian sampaikan poin-poin utama, dan akhiri dengan kesimpulan.
  • Kejelasan: Pastikan ide yang disampaikan jelas dan mudah dipahami.
  • Visual: Gunakan slide, diagram, atau gambar yang mendukung pesan yang ingin disampaikan.

2. Libatkan Audiens

  • Sapaan dan perkenalan diri: Buat kesan pertama yang positif dengan menyapa audiens dan memperkenalkan diri.
  • Ajukan pertanyaan: Libatkan audiens dengan pertanyaan atau kalimat pembuka yang memicu pemikiran.
  • Jaga kontak mata: Kontak mata membantu menciptakan hubungan dan menjaga perhatian audiens.

3. Gunakan Bahasa yang Jelas

  • Sederhanakan kalimat: Hindari penggunaan kosakata yang terlalu rumit.
  • Berbicara pelan dan jelas: Pastikan audiens dapat mengikuti dengan baik, terutama jika bahasa Inggris bukan bahasa ibu mereka.
  • Pengucapan yang benar: Fokus pada pengucapan kata-kata penting dengan benar.

4. Bahasa Tubuh

  • Percaya diri: Berdiri tegak dan hindari gerakan tubuh yang berlebihan. Postur tubuh yang baik menunjukkan rasa percaya diri.
  • Gerakan tangan: Gunakan gerakan tangan untuk menekankan poin penting.
  • Bergerak: Jangan hanya diam di satu tempat. Bergeraklah untuk menjangkau audiens.

5. Kontrol Kecepatan Bicara

  • Jangan terburu-buru: Berbicara dengan kecepatan yang stabil agar audiens memiliki waktu untuk menyerap informasi.
  • Berhenti sejenak: Ambil jeda singkat di antara poin-poin utama untuk memberi audiens waktu mencerna.

6. Gunakan Alat Bantu Visual Secara Efektif

  • Slide PowerPoint: Gunakan slide yang sederhana—tuliskan poin-poin penting, bukan paragraf panjang.
  • Grafik dan Diagram: Gunakan grafik atau diagram untuk menjelaskan data yang rumit secara visual, tetapi pastikan tidak terlalu penuh.

7. Tangani Pertanyaan dengan Baik

  • Antisipasi pertanyaan: Siapkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul.
  • Tetap tenang: Jika tidak tahu jawabannya, jujurlah dan tawarkan untuk memberikan informasi lebih lanjut nanti.
  • Dorong audiens untuk bertanya: Ajak audiens untuk bertanya baik di akhir presentasi atau saat sesi tanya jawab.

8. Latihan

  • Berlatih: Latih presentasi Anda beberapa kali agar lebih familiar dengan materi dengan menggunakan bahasa inggris yang baik dan benar.
  • Rekam diri sendiri: Mendengarkan rekaman latihan bisa membantu Anda mengetahui area yang perlu diperbaiki.

9. Akhiri dengan Kesimpulan yang Kuat

  • Ringkasan: Ulangi poin-poin utama yang telah dibahas dalam presentasi.
  • Tindakan yang diinginkan: Berikan audiens sesuatu untuk dipikirkan atau tindakan yang ingin Anda mereka lakukan setelah presentasi.

Contoh Struktur Presentasi:

  1. Pengenalan:

    • Perkenalkan diri Anda.
    • Jelaskan tujuan presentasi.
  2. Isi Utama:

    • Bagi materi ke dalam beberapa bagian.
    • Berikan contoh atau bukti untuk mendukung setiap poin.
  3. Kesimpulan:

    • Ringkas kembali poin-poin utama.
    • Ajak audiens untuk bertanya.
Berikut contoh video presentasi bahasa Inggris!



Selasa, 05 November 2024

Tips & Trik agar saat membuka Q&A dan penutup dalam presentasi lebih baik

Langkah-Langkah membuka Q&A dan penutup dalam presentasi

Hallo semuanya, Disini aku mau sedikit sharing mengenai beberapa cara dan tips agar presentasi bisa menarik. Jadi kita langsung aja pada materi nya dibawah ini, sebagai berikut.


Beberapa cara efektif  membuka Q&A dalam presentasi



1. Siapkan audiens untuk pertanyan :
Sebelum membuka sesi tanya jawab, kita bisa memberi tahu audiens terlebih dahulu bahwa mereka akan diberikan kesempatan untuk bertanya di akhir presentasi. Hal ini dapat membantu mereka mempersiapkan pertanyaan dan menghindari kebingungan saat sesi dimulai.

Contoh pembukaan:

- "Sekarang, saya akan mengakhiri presentasi ini dan saya sangat terbuka untuk pertanyaan-pertanyaan dari kalian."
- "Setelah saya menyelesaikan presentasi ini, saya akan dengan senang hati menjawab pertanyaan yang kalian miliki."

2.Gunakan pancingan untuk memulai :
Jika tidak ada pertanyaan langsung, Anda bisa memancing audiens untuk mulai bertanya dengan membuka diskusi mengenai topik tertentu. Terkadang, beberapa orang merasa enggan bertanya tanpa dorongan awal.

Contoh :

-  "Mungkin ada yang ingin mengklarifikasi bagian tentang strategi pemasaran? Silakan ditanyakan jika ada yang kurang jelas."
-  "Apakah ada yang ingin berbagi pendapat tentang apa yang telah saya sampaikan?"

3. Berikan intruksi yang jelas :
Pastikan audiens tahu bagaimana cara mengajukan pertanyaan. Misalnya, jika presentasi dilakukan di ruang besar atau virtual, beri instruksi bagaimana cara mengajukan pertanyaan (misalnya, mengangkat tangan, menuliskan pertanyaan di chat, dll.).

Contoh :

-  "Jika ada yang ingin bertanya, silakan angkat tangan atau gunakan mikrofon jika di virtual meeting."
-  "Bagi yang ingin bertanya, silakan ketik pertanyaan kalian di kolom chat."

4. Menjaga suasana ramah terbuka dan ramah :
Pastikan suasana tanya jawab terasa santai dan terbuka. Jangan menanggapi pertanyaan dengan terlihat seperti jutek atau dengan cara yang menghakimi. Jawab pertanyaan dengan sabar dan jelas.

Contoh :

-  "Terima kasih atas pertanyaannya, itu sangat bagus!"
-  "Itu pertanyaan yang sangat relevan, terima kasih sudah mengangkatnya."

5. Tanggapi dengan positif :
Berikan penghargaan kepada setiap pertanyaan yang diberikan audiens. Ini membantu membangun rasa percaya diri di antara audiens untuk lebih terbuka bertanya dan audiens bisa lebih merasa dihargai.

Contoh : 
-  "Terima kasih atas pertanyaannya, itu menunjukkan Anda benar-benar memperhatikan."
-  "Itu pertanyaan yang sangat mendalam, saya senang Anda mengangkat hal tersebut."


Several effective ways to open Q&A in a presentation

1. Prepare the Audience for Questions:
Before opening the question and answer session, you can tell the audience in advance that they will be given the opportunity to ask questions at the end of the presentation. This can help them prepare questions and avoid confusion when the session starts.

Opening Example:

"Now, I will conclude this presentation and I am very open to any questions from you."
"After I finish this presentation, I will be happy to answer any questions you have."

2. Use a Fishing Rod to Get Started:
If there are no direct questions, you can provoke your audience to start asking questions by opening a discussion on a certain topic. Sometimes, some people feel reluctant to ask questions without initial encouragement.

Example:

"Perhaps someone would like to clarify the part about marketing strategy? Please ask if anything is unclear."
"Does anyone want to share an opinion about what I've said?"

3. Provide Clear Instructions:
Make sure the audience knows how to ask questions. For example, if the presentation is in a large or virtual room, provide instructions on how to ask questions (e.g., raise your hand, write questions in chat, etc.).

Example:

"If anyone wants to ask a question, please raise your hand or use the microphone if you are in a virtual meeting."
"For those who want to ask, please type your question in the chat column."

4. Maintain an open and friendly atmosphere:
Make sure the atmosphere for questions and answers feels relaxed and open. Don't respond to questions by looking mean or in a judgmental way. Answer questions patiently and clearly.

Example :

- "Thanks for the question, that was great!"
- "That's a very relevant question, thanks for bringing it up."

5. Respond positively:
Give appreciation to every question the audience asks. This helps build confidence among the audience to be more open to asking questions and the audience can feel more appreciated.

Example : 
- "Thanks for the question, it shows you're really paying attention."
- "That's a very insightful question, I'm glad you brought that up."

Beberapa cara menutup presentasi yang efektif : 


a. Ringkas Poin-Poin Utama

Setelah selesai menjawab pertanyaan, lakukan recap singkat tentang poin-poin kunci yang telah di sampaikan. Ini akan mengingatkan audiens pada pesan utama yang ingin di sampaikan.

Contoh:

  • "Jadi, untuk merangkum kembali, ada tiga hal utama yang perlu kita ingat dari presentasi hari ini: pertama, pentingnya...; kedua, strategi untuk...; dan ketiga, cara kita dapat mengimplementasikan..."

b. Akhiri dengan Pernyataan yang Mendorong Tindakan

Setelah merangkum, beri audiens sesuatu yang dapat mereka pikirkan atau lakukan setelah presentasi. Ini bisa berupa ajakan bertindak atau pemikiran reflektif.

Contoh:

  • "Saya mengajak kalian semua untuk mulai berpikir tentang bagaimana kita bisa mengimplementasikan strategi ini di tempat kerja kita."
  • "Mari kita semua bekerja sama untuk membawa perubahan positif yang kita diskusikan hari ini."

c. Ucapkan Terima Kasih kepada Audiens

Mengucapkan terima kasih kepada audiens adalah cara yang sopan dan profesional untuk menutup presentasi. Ini menunjukkan rasa penghargaan terhadap waktu dan perhatian mereka.

Contoh:

  • "Terima kasih atas perhatian kalian semua, saya sangat menghargai waktu yang telah kalian luangkan."
  • "Saya sangat berterima kasih atas kesempatan untuk berbagi informasi ini dengan kalian."

d. Berikan Informasi Kontak atau Langkah Lanjut

Jika audiens tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut atau membutuhkan klarifikasi lebih lanjut, berikan informasi kontak atau cara untuk melanjutkan komunikasi.

Contoh:

  • "Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email atau media sosial."
  • "Untuk informasi lebih lanjut, saya akan meninggalkan kartu nama saya di meja atau Anda bisa mengunjungi website kami."

e. Akhiri dengan Kalimat Positif atau Motivasi

Tutup presentasi Anda dengan kalimat yang meninggalkan kesan positif dan memberi energi kepada audiens. Ini bisa berupa kutipan inspiratif, pernyataan optimis, atau harapan untuk masa depan.

Contoh:

  • "Mari kita buat perubahan yang besar bersama-sama!"
  • "Saya percaya kita semua dapat mencapai tujuan ini dengan kerja sama yang baik."

f. Ucapkan Selamat Tinggal dan Akhiri Secara Profesional

Setelah semua hal penting tercakup, akhiri presentasi dengan sopan dan profesional.

Contoh:

  • "Sekali lagi, terima kasih banyak. Semoga hari kalian menyenangkan, dan semoga kita bisa bekerja sama ke depan."
  • "Saya ucapkan terima kasih dan semoga kita bisa bertemu lagi dalam kesempatan berikutnya."
Several ways to close an effective presentation:

a. Summarize Key Points
After you have finished answering the questions, do a brief recap of the key points you have conveyed. This will remind your audience of the main message you want to convey.

Example:

"So, to recap, there are three main things we need to remember from today's presentation: first, the importance of...; second, strategies for...; and third, ways we can implement..."

b. End with a Statement that Encourages Action
After summarizing, give the audience something they can think about or do after the presentation. This can be a call to action or a reflective thought.

Example:

"I invite all of you to start thinking about how we can implement these strategies in our workplaces."
"Let's all work together to bring about the positive changes we discussed today."

c. Say Thank You to the Audience
Thanking the audience is a polite and professional way to close a presentation. This shows respect for their time and attention.

Example:

"Thank you all for your attention, I really appreciate the time you have taken."
"I am very grateful for the opportunity to share this information with you."

d. Provide Contact Information or Next Steps
If the audience is interested in further discussion or needs further clarification, provide contact information or a way to continue communication.

Example:

"If you have any further questions, please feel free to contact me via email or social media."
"For more information, I will leave my business card on the table or you can visit our website."

e. End with a Positive or Motivational Sentence
Close your presentation with a sentence that leaves a positive impression and energizes the audience. These can be inspirational quotes, optimistic statements, or hopes for the future.

Example:

"Let's make a big difference together!"
"I believe we can all achieve this goal with good cooperation."

f. Say Goodbye and End Professionally
Once all the important points are covered, end the presentation politely and professionally.

Example:

"Once again, thank you very much. Have a nice day, and I hope we can work together in the future."
"I thank you and hope we can meet again at the next opportunity."


Tips Tambahan untuk Membuka Pertanyaan dan Closing Presentasi yang Baik

  • Tetap tenang dan percaya diri : saat membuka sesi tanya jawab atau menutup presentasi. Ini akan membuat audiens lebih menghargai pesan Anda.
  • Perhatikan bahasa tubuh Anda : Jaga kontak mata dan posisi tubuh terbuka agar audiens merasa lebih nyaman berinteraksi.
  • Jaga sikap positif dan terbuka: Baik dalam sesi tanya jawab maupun penutupan, selalu jaga sikap yang ramah dan terbuka. Ini membuat audiens merasa nyaman untuk bertanya dan lebih mudah untuk terhubung dengan Anda.
  • Berlatih terlebih dahulu: Sebelum presentasi, latihan untuk membuka sesi tanya jawab dan menutup presentasi dapat membantu Anda tampil lebih percaya diri dan mengurangi rasa gugup.

  • Tanggapi pertanyaan dengan empati :  Ketika menjawab pertanyaan, cobalah untuk menunjukkan bahwa Anda menghargai setiap pertanyaan, bahkan jika itu sederhana atau tidak sepenuhnya relevan dengan materi yang dibahas.

  • Jaga durasi waktu: Pastikan sesi tanya jawab tidak terlalu lama atau terlalu singkat. Atur waktu agar audiens bisa bertanya cukup banyak tanpa mengurangi alur presentasi.

    Tips Kreatif untuk Meningkatkan Interaksi dalam Sesi Tanya Jawab dan Penutupan

    • 1. Gunakan polling atau survei singkat untuk membuka sesi tanya jawab, misalnya dengan menggunakan aplikasi atau bahkan metode sederhana seperti angkat tangan atau kartu warna.
    • Berikan waktu khusus untuk pertanyaan reflektif: Daripada hanya pertanyaan yang bersifat teknis, beri waktu bagi audiens untuk bertanya atau berkomentar mengenai bagaimana mereka merasa tentang topik yang dibahas.
    • Akhiri dengan ajakan untuk terhubung: Setelah sesi tanya jawab, ajak audiens untuk tetap terhubung dengan Anda, misalnya melalui media sosial atau grup diskusi. 
Additional Tips for Good Opening Questions and Closing Presentations
  • Remain calm and confident: when opening the question and answer session or closing the presentation. This will make your audience appreciate your message more.
  • Pay attention to your body language: Maintain eye contact and an open body position so that the audience feels more comfortable interacting.
  • Maintain a positive and open attitude: Both in the Q&A and closing sessions, always maintain a friendly and open attitude. This makes your audience feel comfortable asking questions and easier to connect with you.
  • Practice beforehand: Before your presentation, practicing how to open the question and answer session and close the presentation can help you appear more confident and less nervous.
  • Respond to questions with empathy: When answering questions, try to show that you appreciate each question, even if it is simple or not completely relevant to the material at hand.
  • Maintain time duration: Make sure the question and answer session is not too long or too short. Set the time so that the audience can ask enough questions without reducing the flow of the presentation.
Creative Tips to Increase Engagement in Q&A and Closing Sessions

  • Use polls or short surveys to open up a question and answer session, for example using an app or even a simple method like raising your hand or color cards.
  • Allow specific time for reflective questions Rather than just technical questions, allow time for the audience to ask or comment about how they feel about the topic at hand.
  • End with an invitation to connect  After the Q&A session, invite your audience to stay connected with you, for example through social media or discussion groups.
Yuuuuu klik link di bawah ini untuk materi lebih lanjut yang lebih menarik!!!

Selasa, 29 Oktober 2024

Surat Niaga : Alat penting dalam bisnis

 Surat Niaga 

Surat niaga adalah jenis surat resmi yang digunakan dalam konteks bisnis atau perdagangan untuk berkomunikasi antara perusahaan atau individu terkait transaksi, penawaran, permintaan, atau informasi lainnya. Surat ini memiliki tujuan untuk memperjelas informasi dan memastikan adanya catatan tertulis mengenai komunikasi yang dilakukan.

Ciri-Ciri Surat Niaga :

1. Format resmi : Format yang digunakan pada surat ini adalah format yang baku.

2. Isi yang jelas : Menyampaikan informassi secara jelas dan langsung tidak berbelit-belit.

3. Tujuan tertentu : Di khususkan untuk urusan bisnis, seperti penawaran produk, permintaan barang, atau konfirmasi pesanan.

4. Pencantuman Identitas : Memuat identiras pengiriman dan penerima, termasuk alamat dan kontak.

Fungsi Surat Niaga : 

1. Sebagai alat komunikasi : Menghubungkan antar perusaahan atau pihak terkait dalam aktivitas bisnis.

2. Sebagai bukti tertulis : Sebagai bukti tertulis untuk segala kesepakatan dan transaksi bisnis.

3. Sebagai promosi : Dapat digunakan sebagai alat promosi memperkenal produk dan jasa perusahaan.

4. Membina hubungan : Membangun hubungan yang baik dengan pihak lain.

Alur Surat Niaga :









 Jenis-Jenis Surat Niaga :

1. Surat perkenalan : Surat perkenalan bisnis adalah surat resmi yang digunakan untuk memperkenalkan suatu perusahaan kepada calon klien, mitra bisnis, atau pihak lain. Surat ini bertujuan untuk menjelaskan profil perusahaan, produk atau layanan yang ditawarkan, serta untuk membangun hubungan atau jaringan bisnis.

2. Surat Permintaan Penawaran : Surat permintaan penawaran bisnis adalah surat resmi yang digunakan untuk meminta informasi harga, syarat, atau spesifikasi produk atau jasa dari suatu perusahaan. Surat ini biasanya ditujukan kepada pemasok atau penyedia layanan dan bertujuan untuk mendapatkan penawaran yang lebih detail sebelum membuat keputusan pembelian.

3. Surat Penawaran : Digunakan untuk menawarkan produk atau jasa kepada calon pelanggan. Surat ini mencakup rincian tentang produk, harga, dan syarat-syarat yang berlaku.

4. Surat pesanan ; Surat pesanan barang adalah surat resmi yang digunakan untuk memesan produk atau barang dari pemasok atau penyedia. Surat ini berfungsi sebagai permintaan formal untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan, dan biasanya mencantumkan rincian penting terkait pesanan.

5. Surat pemberitahuan Pengiriman Barang : Surat pemberitahuan pengiriman barang adalah surat resmi yang digunakan untuk memberi tahu penerima mengenai pengiriman barang yang telah dilakukan. Surat ini mencakup rincian tentang barang yang dikirim, metode pengiriman, dan informasi penting lainnya.

6. Surat Pengantar Barang : Surat pengantar barang adalah surat resmi yang digunakan untuk menyertai pengiriman barang dari satu pihak ke pihak lainnya. Surat ini berfungsi untuk memberikan informasi tentang barang yang dikirim dan memudahkan penerima dalam memahami rincian pengiriman.

7. Surat Pengaduan : Surat pengaduan adalah surat resmi yang digunakan untuk menyampaikan keluhan atau masalah yang dialami oleh individu atau perusahaan kepada pihak yang berwenang. Surat ini bertujuan untuk mendapatkan perhatian, penyelesaian, atau klarifikasi atas masalah yang dihadapi.

8. Surat Penangguhan Pembayaran : Surat penangguhan pembayaran adalah surat resmi yang digunakan untuk memberi tahu pihak tertentu bahwa pembayaran yang seharusnya dilakukan akan ditunda.

9.Surat Tagihan : Surat tagihan adalah surat resmi yang digunakan untuk meminta pembayaran dari pihak yang berutang kepada suatu perusahaan atau individu. Surat ini biasanya berisi rincian tentang jumlah yang harus dibayar, produk atau layanan yang diterima, dan informasi penting lainnya terkait pembayaran.


Berikut merupakan contoh dari Surat Niaga mengenai "Surat Penawaran" dan "Surat Pemesanan Barang", sebagai berikut "


1. Contoh Surat Pemesanan Barang











2. Contoh Surat Penawaran

















Negosiasi Bisnis: Kunci menciptakan kesepakatan sukses

 Negosiasi 

Negosiasi adalah proses tawar - menawar untuk mencapai kesepakatan bersama antara dua pihak atau lebih yang memiliki pemikiran dan pendapat yang berbeda. Dalam negosiasi, masing-masing pihak biasanya memiliki kepentingan, tujuan, atau posisi yang berbeda, dan mereka berusaha untuk menemukan solusi yang saling menguntungkan. Proses ini melibatkan pertukaran informasi, tawar-menawar, kompromi untuk mencapai hasil yang diinginkan, dan menyapakati kerja sama.

Tujuan Negosiasi : 

1. Mencapai kesepakatan : Tujuan utama dari negosiasi adalah mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

2. Membagun Hubungan : Tujuan dalam negosiasi juga ialah untuk membangun dan memperkuat hubungan antar pihak.

3. Mengurangi konflik : Tujuan dari negosiasi juga adalah membantu menyelesaikan perbedaan atau pendapat yang ada.

4.Menyelesaikan masalah : Negosiasi juga sering kali untuk mencari solusi terhadap masalah yang sedang di hadapi.

Ciri-Ciri Negosiasi : 

1. Interaksi dua belah pihak atau lebih: Negosiasi ini biasanya melibatkan dua belah pihak atau lebih yang memiliki kepentingan yang berbeda.

2. Tujuan yang berbeda : Setiap pihak pasti memiliki tujuan yang berbeda untuk mencapai suatu keiinginan.

3. Proses komunikasi : Negosiasi melibatkan komunikasi yang terbuka, baik secara verbal maupun non- verbal, untuk menyampaikan kepentingan/keiinginan, posisi dan juga pendapat.

4.Tawar - Menawar : Dalam negosiasi ada nya proses tawar - menawar dari masing masing pihak agar mencapai kesepakatan bersama.

5. Kesepakatan akhir : Tujuan utama dalam negosiasi ialah mencapai keespaktan bersama yang saling menguntungkan bagi kedua bilah pihak.

Jenis-Jenis Negosiasi :

1. Negosiasi berdasarkan jumlah pihak yang terlibat :

- Negosiasi pihak penengah : Bersifat netral apabila negosiasi terdapat oleh dua belah pihak atau lebih.

- Negosiasi tanpa pihak penengah : Hanya dilakukan apabila terdapat dua belah pihak dan tidak memerlukan bantuan dari orang lain. 

2. Negosiasi berdasarkan situasi :

- Negosiasi formal : Menggunakan gaya bahasa yang baku dan resmi, ataupun dilakukan di jalur hukum.

-  Negosiasi non-formal : Menggunakan gaya bahasa yang santai, dan bisa di lakukan dimana saja.

3. Negosiasi Berdasarkan untung & rugi :

-Negosiasi dominasi : Negosiasi hanya menguntungkan satu pihak.

- Negosiasi akomodasi : Semua belah pihak mendapatkan sedikit keuntungan.

- Negosiasi kolaborasi : Semua pihak yang terlibat yang terlibat menyuarakan pendapat nya sehingga menghasilkan keputusan yang terbaik.

- Negosiasi lose-lose : Dilakukan untuk menghetikan konflik yang sedang berlangsung sekaligus mencegah kemungkinan muncunya masalah di masa depan.

Strategi Negosiasi :

1. The wince : ini adalah strategi negosiasi dengan cara mengernyit atau the wince. Menunjukan ketidakpuasan pada tawaran dari pihak lain. 

2. Outrageous Behavior : selanjut nya pada strategi negosiasi ini dengan meberikan penghinaan pada pihak lain. Mungkin ini adalah cara efektif tapi dapat melangar etika bisnis dan dapat memicu konflik dan pemuitusan hubungan atau kerja sama.

3. The silence : Dalam strategi ini seseorang akan menunjukan ketidakpuasan nya dengan berdiam diri. Secara tidak langsung ini akan menciptakan keheningan dan situasi yang tidak nyaman.

4. The Trade-off : Strategi negosiasi ini melibatkan pertukaran yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

5. Waling out : Pada strategi ini salah satu pihak akan berpura-pura pergi agar memberikan tekanan pada pihak lain. Hal ini menunjukan keputusan yang tidak menguntungkan atau sulit mencari solusi untuk suatu masalah.

Berikut merupakan contoh Negosiasi Bisnis mengenai "Kesepakatan Proses Pembayaran dan Diskon" dalam animasi :




Kamis, 19 September 2024

Business Model Canvas: strategi visual untuk sebuah bisnis

 Business Model Canvas 


Business Model Canvas adalah alat manajemen strategis dan kewirausahaan. Alat ini memungkinkan Anda untuk mendeskripsikan, merancang, menantang, menciptakan, dan mengubah model bisnis Anda.

Konsep bisnis model canvas mengandalkan gambar-gambar ide sehingga setiap orang memiliki pemahaman yang sama dan riil terhadap tipe-tipe konsumen mereka, pengeluaran biaya, cara kerja perusahaan dan sebagainya.


Di dalam bisnis model canvas, ada 9 elemen penting yang terdiri dari:

1. Value Propostion

value proposition merupakan nilai jual produk/jasa dari sebuah perusahaan sehingga konsumen memilih perusahaan kita daripada kompetitor. Sebelum menentukan hal yang lain, value proposition sangat penting untuk diketahui agar sebuah bisnis menjual apa yang konsumen benar-benar butuhkan dan memastikan apakah perusahaan mendapatkan solusi atas permasalahan mereka.

2. Costumer segments

Value proposition saling berkaitan erat dengan segmentasi konsumen. Target konsumen bisa dibagi menjadi berbagai segmen sesuai kebutuhan, contohnya, berdasarkan usia, gender, hobi maupun tingkat peminat pada produk kita.

3.Costumer Relationship

customer relationship adalah agar kita dapat mengetahui cara apa yang paling efektif untuk berinteraksi dengan konsumen maupun calon konsumen.

4. Channel 

channel merupakan tempat pertemuan kita dengan konsumen. 

5. Key Activities 

Key activities merupakan aktivitas sebuah bisnis yang dijalankan sehari-hari agar dapat mencapai value proposition.

6. Key Resouces

Agar tetap kompetitif di dalam industri bisnis yang geluti, sebuah bisnis membutuhkan sumber daya yang tepat karena ini adalah asset yang sebuah bisnis miliki untuk mendukung aktivitas perusahaan. Beberapa contoh sederhana key resource adalah computer, ruang kerja, karyawan, kendaraan, listrik, dan lain sebagainya.

7. Key Patners 

Dalam sebuah bisnis, membutuhkan partner kerja yang mendukung perusahaan yang dapat membantu  sebuah bisnis mencapai value propostion.

8. Cost Structure

Cost structure merupakan skema finansial yang membiayai operasional perusahaan.

9. Revenue Stream

Setiap perusahaan membutuhkan aliran pendapatan untuk tetap bisa menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Revenue stream merupakan sumber pendapatan perusahaan dari berbagai sumber, seperti hasil penjualan, dividen dan sebagainya.(Sumber:https://glcworld.co.id/penjelasan-business-model-canvas/)


Setelah penjelasan dari 9 elemen penting yang terdapat pada Business Model Canvas, Berikut ada contoh dari Business Model Canvas 























Diatas merupakan contoh dari Business Model Canvas, lalu ada tutorial membuat Business Model Canva:



Selasa, 10 September 2024

introduce my self

MY SELF



Hallo aku Bilqis Hestia Dwi Anggita, sangat senang bisa berbagi cerita kepada kalian disini. Aku adalah seorang pelajar  dari SMKN 1 Bandung yang mengambil jurusan Digital Marketying. Aku lahir di Bandung dan aku berumur 16 tahun., aku anak pertama dari tiga bersaudara. Hobi aku membaca buku atau membaca yang lainnya.Cita-Cita ku ingin menjadi seorang Dokter, cita-cita yang sama dengan ayahku. Hal yang membuat aku bisa bersemangat dan bekerja keras adalah orang tua dan diri aku sendiri, dengan bekerja keras aku ingin bisa membanggakan kedua orang tuaku dengan aku bisa sukses di masa depan nanti.  

 


 

Sebagai seorang pelajar Digital Marketing tentunya aku belajar Marketing baru baru ini aku membuat brand, brang yang aku buat bernama "Billelegance" brand yang berfokus pada produk pakaian, juga belajar banyak hal lainnya seperti 4p (produk,promotion,price, dan place), produk cycle life dan lainnya. Pengalaman dan hal yang seru pastinya karena lebih banyak tau dan paham tentang Marketing dan lainnya.



Senang bisa berbagi cerita, Jangan ragu untuk meninggalkan komentar, mengirimkan pesan.

Terima kasih telah mengunjungi blog saya! Saya berharap kalian menikmati konten yang saya bagikan dan merasa terinspirasi untuk mengejar passion kalian sendiri. Sampai jumpa di postingan berikutnya!


Salam hangat,

Bilqis Hestia 


4 Jenis Foto Produk Dan Cara Pengambilan Foto Agar Menarik

 Foto Produk Foto produk adalah gambar yang diambil untuk memperlihatkan suatu produk secara visual. Tujuannya adalah untuk menunjukkan deta...